Friday, 9 October 2015

KEJATUHAN MALAIKAT - KEJATUHAN MANUSIA

Image
Kapan persisnya Allah menciptakan para malaikat masih terbuka untuk diperdebatkan, namun apa yang diketahui secara pasti adalah bahwa Allah menciptakan segala sesuatunya dengan baik, karena Allah di dalam kesucianNya, Ia tidak menciptakan sesuatu yang berdosa, yang tidak baik, dan yang diciptakan khusus untuk berdosa dan menjadi penghuni neraka. Neraka itu ada karena konsekwensi "dosa/ kejahatan" dari makhluk yang melawan/ menentang/ berdosa terhadap Allah. 





    I. KEJATUHAN MALAIKAT

    Sebelum kita membahas kejatuhan malaikat, kita tahu ada pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul, misalnya:

    1. Apakah Allah menciptakan Iblis/setan? 
    2. Bila "Ya", untuk apakah mereka diciptakan? 
    3. Bila "Tidak", mengapa ada Iblis/setan? Dari manakah asal-usul mereka?

    Dalam agama lain, misalnya Islam, dikatakan bahwa: Allah menciptakan malaikat yang diciptakan dari cahaya (nuur), dan Allah menciptakan Iblis dari api (naar). Namun kepercayaan tersebut tidak terdapat dalam Alkitab kita. Alkitab tidak mengakatan bahwa Allah tidak menciptakan Iblis! 

    Lalu bagaimana memahami pemahaman bahwa Allah adalah Sang Pencipta segala sesuatu? Jika Dia adalah Pencipta segala sesuatu, maka Iblis-pun adalah ciptaan Allah, benarkan demikian?

    Dalam perspektif pengajaran Kristiani yang Alkitabiah: Allah yang baik, Dia menciptakan ciptaan-ciptaan yang baik (טוֹב - TOV). Dalam proses penciptaan langit dan bumi, Alkitab selalu menutup ekspresi Allah terhadap suatu proses penciptaan bahwa ciptaan-ciptaan itu baik ("TOV") dengan pernyataan: "Allah melihat bahwa semuanya itu baik" (Kejadian 1:10, 12, 18, 21, 25). Bahkan pada akhirnya sebutkan dalam ayat 31, sbb:

    * Kejadian 1:31
    LAI TB, Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
    KJV, And God saw every thing that he had made, and, behold, it was very good. And the evening and the morning were the sixth day.
    Hebrew,
    וַיַּרְא אֱלֹהִים אֶת־כָּל־אֲשֶׁר עָשָׂה וְהִנֵּה־טֹוב מְאֹד וַיְהִי־עֶרֶב וַיְהִי־בֹקֶר יֹום הַשִּׁשִּׁי׃ ף
    Translit Interlinear, VAYAR' {dan Dia melihat} 'ELOHIM {Allah} 'ET-KOL-'ASYER {seluruh yang} 'ASAH {Dia menjadikan} VEHINEH-TOV {dan lihatlah baik} ME'OD {teramat sangat} VAYHI-'EREV {dan ia menjadi/ada petang} VAYHI-VOQER {dan ia menjadi/ada pagi} YOM {hari} HASYISYI {keenam}.

    Ada juga reka-rekaan orang bahwa Iblis itu baru diciptakan pada proses penciptaan yang dicatat dalam Kejadian pasal 1. Dimana ada dituliskan:

    * Kejadian 1:3-4
    1:3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
    1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.

    Kata "gelap" disitu ditafsirkan sebagai "penciptaan Iblis." Apakah benarkah demikian maksud dari Alkitab kita?

    Gelap (Ibrani: חֹשֶׁךְ - KHOSYEKH) itu ada seiring dalam proses penciptaan bumi. Gelap disini bukan dalam makna "penciptaan Iblis." Di atas sudah disampaikan dasar pemahaman bahwa Allah yang baik dan suci tidak menciptakan makhluk yang khusus untuk berdosa/ berbuat kejahatan. Namun kejahatan dan dosa itu ada karena free-will yang dimiliki malaikat. Malaikat yang mengikuti keinginannya memberontak kepada Allah, mereka adalah para malaikat yang jatuh, dan mereka disebut Iblis/ setan-setan.

    Pada saat itu Bumi yang belum sempurna yang lambat laun disempurnakan dengan adanya terang ( אוֹר - 'OR), kemudian benda-benda penerang yang dijadikan sebagai sumber dari terang yang diperintahkan Allah hadir dalam penciptaan alam semesta ini, kemudian diciptakan tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia. Gelap itu bukannya terjadi lebih dahulu, tetapi keadaan gelap itu ada sebab ketidak-adaannya terang / the absence of light. 

    Konklusi dari Kejadian pasal 1 menulis bahwa Allah menciptakan Langit, bumi dan isinya termasuk manusia di dalamnya dalam keadaan amat sangat baik (sempurna) lihat Kejadian 1:31 di atas. Maka jelas bahwa, Allah tidak menciptakan "makhluk yang tidak baik." Dan dari bukti ayat-ayat tersebut dapat menjadi dasar bahwa Allah tidak menciptakan suatu makhluk yang disediakan dan diciptakan untuk berbuat dosa/ berbuat jahat. 

    Malaikat adalah "mahluk roh" yang diciptakan Allah. Malaikat diciptakan dalam keadaan/ hakikat yang baik.Malaikat (Ibrani: מַלְאָךְ - MAL'AKH, dibaca: "mal-'akh", Yunani: ἄγγελος - AGGELOS, dibaca: "angelos") menurut etimologi dan pengertian, adalah utusan/ pesuruh Allah, para pesuruh ini mengenal Allah muka dengan muka, karena itu Malaikat mempunyai kelebihan daripada manusia. Demikian halnya para malaikat dilukiskan sebagai pembawa-pembawa pesan dari Allah untuk bapa-bapa leluhur (Kejadian 22:11, dst.). Dalam literatur kemudian hari (setelah pembuangan), para malaikat dianggap sebagai makhluk supranatural yang diatur dihadapan Allah dalam suatu hierarkhi (mis. Daniel 7:10; 9:21).


    DARIMANA ASALNYA IBLIS/ SETAN-SETAN?

    Sebagai makhluk-makhluk rohani, malaikat-malaikat itu memuliakan Allah, melaksanakan kehendak-Nya, melihat wajah-Nya, takluk kepada Allah. Malaikat lebih unggul daripada manusia, memiliki kuasa dan kekuatanyang lebih daripada manusia (2 Petrus 2:11), mereka adalah makhluk roh yang immortal (tidak dapat mati) dan tinggal di surga. Mereka tidak menikah (Markus 12:25), makhluk roh yang tidak dapat mati (Ibrani 1:14; Mazmur 104:4), dan tidak boleh disembah 
    (Wahyu 19:10; 22: 8, 9). Mereka dapat tampil dalam bentuk manusia (umumnya gidambarkan sebagai orang muda tanpa sayap). Alkitab berbicara tentang rombongan malaikat yang sangat banyak, sekalipun hanya nama dua malaikat yang disebutkan dalam Alkitab: Mikhael dan Gabriel. 

    Alkitab berbicara tentang malaikat yang baik dan yang jahat, sekalipun ditekankan bahwa pada mulanya semuamalaikat diciptakan baik dan kudus. Karena mereka memiliki free-will (kebebasan untuk memilih), maka ada banyakmalaikat ikut dalam pemberontakan.

    Malaikat tentu adalah makhluk dan suci. Tetapi karena mereka mempunyai free-will (kemauan yang bebas), maka mereka itu bisa terpengaruh terhadap godaan untuk berbuat dosa dan melakukan dosa. Alkitab berbicara tentangMalaikat yang baik dan yang jahat, sekalipun ditekankan bahwa pada mulanya semua malaikat diciptakan baik dan kudus. Karena memiliki kebebasan untuk memilih, banyak malaikat ikut dalam pemberontakan Iblis dan meninggalkan kedudukan mereka semula selaku hamba-hamba Allah, sehingga dengan demikian kehilangan peranan surgawi mereka. Malaikat yang jatuh ini disebut Iblis/ setan . 

    Terdapat banyak acuan mengenal kejatuhan golongan malaikat, di bawah pimpinan Setan (Ayub 4:18; Matius 25:41; 2 Petrus 2:4; Wahyu 12:9). Iblis/ setan sebagai golongan dari malaikat yang jatuh disinggung juga baik dalam PL maupun PB. 

    Berlawanan dengan barisan malaikat-malaikat baik yang tetap menjadi pelayan Allah yang setia melayani Allah, adamalaikat-malaikat jahat dibawah kuasa sang penghulu malaikat yang jatuh, yaitu Iblis (Matius 25:41). 

    Dengan demiian, kita memahami bahwa ada golongan malaikat yang meninggalkan kedudukan mereka semula selaku hamba-hamba Allah, sehingga dengan demikian kehilangan peranan surgawi mereka. Malaikat yang jatuh ini disebut Iblis/ setan . 


    APA BUKTI ALKITAB TENTANG ADANYA MALAIKAT YANG JATUH INI?

    * Yesaya 14:12-15 
    14:12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
    14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
    14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
    14:15 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

    Ayat di atas dalam tafsir yang lazim di gereja-gereja barat dirujukkan kepada malaikat yang ingin menyamai Allah. Figur malaikat yang ingin menjadi seperti Allah ialah ide dalam ayat 14. Para penafsir melihat bahwa ayat tsb sbgacuan yang terselubung kepada Iblis. Mereka menghubungkan hal ini dengan pernyataan Yesus Kristus di bawah ini: 

    * Lukas 10:18
    LAI TB, Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit."
    KJV, And he said unto them, I beheld Satan as lightning fall from heaven. 
    TR, ειπεν δε αυτοις εθεωρουν τον σαταναν ως αστραπην εκ του ουρανου πεσοντα 
    Translit Interlinear, eipen {Dia berkata} de {dan} autois {kepada mereka} etheôroun {Aku melihat} ton satanan {Setan} hôs {seperti} astrapên {kilat} ek {dari} tou ouranou {langit} pesonta {jatuh}

    Bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini yang menyatakan dengan jelas bahwa ada malaikat-malaikat yang tidak taat dan berbuat dosa:

    * Yudas 1:6
    "Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,

    * 2 Petrus 2:4
    Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;

    Iblis adalah Penghulu Malaikat yang jatuh karena keinginannya menyamai Allah, dan Iblis ini juga menyeret 30% malaikat-malaikat lainnya: 

    * Wahyu 12:4a
    Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi....

    Alkitab juga mencatat bahwa Iblis itu memiliki banyak pengikut-pengikut. Jadi ketika Iblis yang dulunya adalahmalaikat memberontak melawan Allah dan jatuh dari surga (Yesaya 14; Yehezkiel 28) sepertiga dari malaikat bergabung dengan pemberontakan ini (Wahyu 12:3-4,9). 

    Maka, tidaklah diragukan bahwa para malaikat yang jatuh inilah yang disebut sebagai Iblis dan setan-setan.

    Kita tahu bahwa neraka dipersiapkan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya, demikian menurut Matius 25:41 "Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya." Yesus, dengan menggunakan kata ganti kepunyaan-"nya" menjelaskan bahwa para malaikat ini adalah milik Iblis. 

    Wahyu 12:7-9 menjelaskan peperangan malaikat antara Mikhael bersama "malaikat-malaikatnya" dan Iblis bersama "malaikat-malaikatnya." 


    Dari ayat ini dan ayat-ayat serupa lainnya adalah jelas bahwa "setan-setan" dan "para malaikat yang jatuh" adalah sama.


    II. KEJATUHAN MANUSIA


        Seperti malaikat, manusia juga diciptakan dengan keadaan baik dan juga memiliki free-will (kehendak bebas). Free-will yang dimiliki manusia ini memungkinkan manusia tidak menaati Allah.Di atas telah dijelaskan bahwa para malaikat itu jatuh karena mereka memiliki free-will yang memungkinkan mereka tidak menaati Allah. Ketidak-taatan para malaikat ini menyebabkan kejatuhan para malaikat itu dan golongan para malaikat yang jatuh adalah Iblis/ setan-setan.Manusia-pun jatuh karena ketidak-taatan, manusia memilih untuk tidak taat, manusia menggunakan "free-will"-nya memilih tidak taat, meski Allah sudah mengatakan:

        * Kejadian 2:16-17
        2:16 LAI TB, Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
        KJV, And the LORD God commanded the man, saying, Of every tree of the garden thou mayest freely eat: 
        Hebrew, 
        וַיְצַו יְהוָה אֱלֹהִים עַל־הָאָדָם לֵאמֹר מִכֹּל עֵץ־הַגָּן אָכֹל תֹּאכֵל׃ 
        Translit, VAYETSAV YEHOVAH ('Adonay) 'ELOHIM 'AL-HA'ADAM LEMOR MIKOL 'ETS-HAGAN 'AKHOL TOKHEL

        2:17 LAI TB, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
        KJV, But of the tree of the knowledge of good and evil, thou shalt not eat of it: for in the day that thou eatest thereof thou shalt surely die. 
        Hebrew, 
        וּמֵעֵץ הַדַּעַת טֹוב וָרָע לֹא תֹאכַל מִמֶּנּוּ כִּי בְּיֹום אֲכָלְךָ מִמֶּנּוּ מֹות תָּמוּת׃
        Translit, UME'ETS HADA'AT TOV VARA LO TOKHAL MIMENU KI BEYOM 'AKHALKHA MIMENU MOT TAMUT

        Alkitab mencatat bahwa Adam-lah yang tidak taat kepada Allah. Adam dan istrinya, yang telah dibentuk dari tulang rusuknya, memakan buah dari pohon itu. Hawa yang lebih dulu memakan buah itu. Setelah diberikan kepadaAdam, suaminya itu pun memakannya: 

        * Kejadian 3:6
        Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

        Peristiwa itulah yang menyebabkan masuknya dosa ke dalam dunia (Roma 5:12). Akibatnya, semua manusia yang adalah turunan dari Adam put turut berdosa (Roma 3:23), 
        Dosa pada dasarnya bukanlah suatu yang bersifat pasif, seperti: kelemahan, kesalahan atau ketidaksempurnaan. Dosa merupakan suatu permusuhan yang aktif terhadap Tuhan dan secara aktif melanggar hukum atau perintah Tuhan (1 Yohanes 3:4), sehingga menyebabkan kesalahan, kelemahan. Dosa ini diakibatkan dari manusia sendiri dengan kebebasannya menolak untuk tunduk kepada Allah yang berotoritas dan menolak untuk mengikuti petunjuk atau perintah-Nya. Dengan kebebasan sendiri, manusia memilih petunjuk Iblis, sehingga manusia tidak setia kepada Tuhan, menyimpang dari jalan dan sasaran yang benar, melanggar hukum dan perjanjian dengan Allah. Pengertian ini dapat kita lihat dari Adam dan Hawa yang dengan kebebasannya secara aktif memilih untuk mengikuti apa yang mereka mau dan cocok dengan pendapat Iblis, melawan Tuhan yang berotoritas yang seharusnya mereka percayai dan sandari sepenuhnya (Kejadian 2-3). Dosa yang telah menjangkiti manusia menyebabkan manusia terpisah dengan Allah yang suci. Dosa sudah ada di alam semesta sebelum Adam dan Hawajatuh ke dalam dosa. Ini terbukti dengan hadirnya penggoda itu di Taman Eden dengan kata-kata godaannya. 

        SECARA METAFORIS: ISTILAH "IBLIS" JUGA DIKENAKAN KEPADA MANUSIA YANG JAHAT / YANG DIKENDALIKAN IBLIS

        Iblis & Setan-setan adalah, para malaikat-malaikat yang jatuh, mereka adalah roh-roh jahat yang mempunyai kuasa untuk mempengaruhi manusia. Yesus Kristus mengatakan orang-orang yang menuruti dan melakukan keinginan-keinginan Iblis, mereka adalah "anak-anak Iblis" dan "Iblis adalah bapa mereka" Ada satu waktu Tuhan Yesus memarahi Petrus dalam Markus 8:33, Dia menghardik Petrus dengan perkataan keras "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia" (band. Matius 16:23). Hardikan itu dilontarkan oleh Tuhan Yesus, karena Dia menangkap sinyal bahwa pemikiran Petrus saat itu yang tercermin dalam perkataannya itu adalah pengaruh dari karya Iblis. Maka, Tuhan Yesus merasa sangat perlu mengoreksinya, sehingga Petrus dan murid-murid yang lainnya dapat memahami penderitaan yang harus dijalani-Nya
        Tuhan Yesus menyebut Yudas Iskariot adalah "Iblis" (Yohanes 6:70) sebab Yudas membiarkan dirinya dibujuk oleh Iblis. Iblis 'membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot , untuk mengkhianati Yesus dan ia merasuki diri Yudas' (Yohanes 13:2, 27). Iblis terus-menerus menggodai manusia (1 Korintus 7:5). Alkitab melaporkan bahwa Iblis bekerja dalam diri seorang percaya, Ananias ('mengapa hatimu dikuasai Iblis ...?', Kisah 5:3), dan dalam ihwal Elimas terang-terangan membelokkan jalan Tuhan ('hai anak Iblis ... engkau musuh segala kebenaran,' Kisah 13:10). 

    III.PENEBUSAN-PENGAMPUNAN & PENGHAKIMAN

    1. Penebusan - Pengampunan

      Apakah ada kemungkinan bagi malaikat-malaikat yang jatuh (Iblis/ Setan-setan) untuk diampuni?
        Jawab: Tidak!

      Apakah ada kemungkinan bagi manusia untuk diampuni?
        Jawab: Ya

      Mengapa?

      Perlu dipahami bahwa hakekat Manusia dan Malaikat itu berbeda:
        - Malaikat adalah Makhluk Immortal
        - Manusia adalah Makhluk Mortal

      Maka, jika Malaikat itu jatuh (berbuat dosa) maka sifat dosa-nya pun immortal.

      Allah memang Maha pengampun, bahkan Allah mengatakan:
        "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yesaya 1:18)

      Bandingkan:
        Matius 18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."

      Allah bisa mengampuni berapapun banyak kesalahan manusia yang ditujukan kepada-Nya.

      Terhadap persoalah "Allah sendiri tidak mengampuni musuhNya (Iblis)." Sebenarnya jawabnya simple saja...
        Malaikat memang tidak dapat diampuni karena malaikat itu adalah 'makhluk roh' yang memiliki sifat 'tidak-bisa mati' ([i]immortal), sedangkan manusia adalah "makhluk fisik" yang bisa mati (mortal).[/i]

      Jadi ada perbedaan "Immortal vs Mortal"

      Iblis tidak dapat diampuni karena sifat hakekatnya yang adalah makhluk immortal, sehingga kesalahan/ dosa nya itu juga bersifat immortal (kekal).
      Hakekat itu berbeda dengan manusia yang bersifat mortal (bisa mati).

      Dan sifat mortal manusia ini dipertahankan Allah sejak manusia (Adam) itu pertama melakukan dosa yang pertama kali (melanggar perintah Allah dengan memakan buah pengetahuan baik dan jahat). Adam dan Hawa segera dihalau untuk memakan buah dari pohon kehidupan.
      Andai saja Adam dan Hawa sempat memakan buah kehidupan setelah mereka melakukan dosa, maka dengan sendirinya Adam dan Hawa menjadi immortal, dan dosa nya pun juga immortal (tidak dapat diampuni).

      di bawah ini penjelasan lebih lanjut:
        Kita tahu di dalam Taman Eden ada 2 pohon : 
        1. Pohon pengetahuan baik dan jahat 
        2. Pohon Kehidupan 

        Manusia 'bisa mati' sebab manusia 'tidak punya kesempatan' memakan buah dari pohon kehidupan. Mengapa mereka tidak mempunyai kesempatan? Karena segera setelah manusia 'tidak patuh akan perintah Allah' yaitu manusia itu memakan buah pengetahuan baik dan jahat, Allah melakukan beberapa hal : 


        1. Manusia (segera) diusir 
          * Kejadian 3:23 
          Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.


        2. Manusia dihalau supaya tidak makan buah dari Pohon Kehidupan : 
          *Kejadian 3:24 
          Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

        Menurut beberapa tafsiran, Allah menghalau manusia supaya tidak memakan buah kehidupan adalah karena kasihNya. 

        Reff : 
          * Kejadian 3:22 
          Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

        Sifat manusia yang 'mortal' memungkinkan manusia mendapat pengampunan dengan 'penebusan'. Inilah yang membedakan 'makhluk manusia' dengan 'makhluk malaikat'. 

        Anda bisa bayangkan, jika saja manusia setelah berbuat dosa kemudian memakan buah dari pohon kehidupan. Maka, tubuhnya dan dosanya bersifat tidak-bisa mati. Jika saja manusia pada taraf ini, maka kesempatan pengampunan dengan 'darah' tidak akan bisa dilakukan. 


        Allah menghukum Malaikat yang jatuh : Dalam Yudas 6; 2 Petrus 2:4 dan Matius 25:41, dapat diketahui bahwa tidak ada kesempatan bertobat dan penebusan bagi Malaikat yang jatuh. 

        Nasib akhir mereka adalah pemusnahan dalam api yang kekal : 
          * Yudas 1:6 
          Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, 

          * 2 petrus 2:4 
          Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman 

          * Matius 25:41 
          Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya 
    2. Penghakiman
      Manusia dan Malaikat yang jatuh akan dihakimi. Dan Penghakiman Allah ini adalah Adil. Sebab Dia adalah Sang Hakim yang Adil!

      Apabila Allah itu menciptakan Iblis yang sedianya diciptakan untuk berbuat jahat, berdosa, menyeret manusia ke dalam dosa dengan tipu dayanya. Maka disini Iblis tidak dapat dipersalahkan, sehingga perbuatannya itu tidak layak dihakimi dan layak dihukum. Allah hanya akan menjadi Hakim yang Adil apabila pengadilannya itu ditujukan kepada Malaikat-malaikat yang melawan Allah dengan "free-will"-nya sendiri. Bahwa perbuatan melawan Allah itu memang atas kehendak mereka sendiri. Maka perbuatan "melawan yang Allah" ini dihakimi dan memperoleh sanksi penghukuman.


      Semua Manusia dan Malaikat yang Jatuh Akan Diadili

      Alkitab jelas mengajarkan bahwa setiap manusia, baik hidup maupun mati, yang selamat maupun tidak, harus memberi pertanggungan jawab pada Yesus Kristus Sang HakimPetrus dalam kothbahnya dirumah Kornelius berkata "bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati" (Kisah 10:42). Kemudian, dalam surat pertamanya, Petrus menulis pada orang kudus bahwa"mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati" (1 Peter 4:5). Mereka yang mati, yang mati nanti atau sudah mati, dan yang hidup harus memberi pertanggung jawaban pada Kristus yang siap mengadili semua manusia.


      Lima Pengadilan yang Akan Datang

      Semua orang akan diadili menurut waktu dan tempatnya masing-masing. Ada lima pengadilan dimasa depan. 

      1. Tahta Pengadilan Kristus
        Pengadilan ini untuk mengadili pekerjaan orang percaya, disebut "The Judgment Seat of Christ." Pengadilan inilah yang akan dibahas dalam bab ini. Tapi kita harus memberikan garis besar keempat pengadilan yang lain yang mengikuti pengadilan pekerjaan orang percaya.

      2. Pengadilan Israel yang Dikumpulkan Kembali
        Dalam Daniel 12:1 pengadilan ini disebut "Masa Kesesakan Yakub." Pengadilan ini akan mengadili orang Yahudi karena ketidaktaatan mereka pada Tuhan dan penolakan mereka pada Kristus. Selama Masa Pergolakan dan setelah akhir Masa Anugrah, Israel akan membayar dosa mereka, diberi kepedihan dan kesusahan.

      3. Pengadilan Bangsa-bangsa
        Diakhir Masa Pergolakan, setelah Israel sudah diadili, bangsa-bangsa didunia akan diadili oleh Kristus dan GerejaNya. Pengadilan ini tidak atas individu tapi atas bangsa-bangsa karena perlakukannya terhadap orang Yahudi. "Sebab sesungguhnya pada hari-hari itu dan pada waktu itu, apabila Aku memulihkan keadaan Yehuda dan Yerusalem, Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku" (Joel 3:1-2).

      4. Pengadilan Para Malaikat yang Jatuh
        Ini pengadilan terakhir atas Iblis / para malaikat yang jatuh yang akan diadili bersama. Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar" (Yudas 6). Dimasa itu kita akan melihat pemenuhan terakhir dari nubuat dalam Kejadian3:15.

      5. Pengadilan Orang Tidak Percaya
        Pengadilan ini disebut Pengadilan Tahta Putih. Setelah membuang setan keneraka, orang mati tidak dalam Kristus akan dibangkitkan untuk menerima putusan akhir hukumannya (Wahyu 20:12-15). Tidak ada orang percaya yang akan diadili disaat itu karena ini hanya diperuntukan bagi semua yang menolak Tuhan Yesus semasa didunia.

    IV .KEJATUHAN MALAIKAT & MANUSIA SELANJUTNYA

      ORANG-ORANG PERCAYA YANG TELAH DITEBUS DILIBATKAN DALAM PENGHAKIMAN MALAIKAT:
        * 1 Korintus 6:3 
        Tidak tahukah kamu bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat?...

      Tentang ayat di atas, kita lihat konteksnya, bahwa baik Paulus maupun umat-percaya (termasuk saya kelak), akan menghakimi malaikat, namun malaikat yang dimaksud bukanlah malaikat Allah, melainkan malaikat-malaikat yang jahat yaitu Iblis/ setan-setan. Bandingkan dengat ayat-ayat dibawah ini :
        * Matius 25:41
        "Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya." 

        * 2 Petrus 2:4
        "Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;

        * Yudas 1:6
        "Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,

          Ada pertanyaan: Apakah malaikat baik yang kini berada di surga ada kemungkinan bagi mereka untuk melawan Allah juga? 

          Jawaban dari pertanyaan tsb pernah dikemukakan oleh St. Thomas Aquinas mengatakan bahwa malaikat terang telah dipisahkan dari malaikat gelap/ jahat (fallen angels) : Malaikat terang di surga, malaikat jahat di buang dari Surga dan disediakan bagi mereka Neraka (Matius 25:41). Lagipula malaikat-malaikat baik yang kini berada di surga adalah para malaikat yang telah menggunakan free-will-nya untuk tidak memberontak kepada Allah. Mereka berada bersama-sama dengan Allah dalam rahmatnya yang tidak memiliki nature jahat dan dosa. Maka kesimpulannya, di surga tidak ada manusia maupun malaikat yang dapat berbuat dosa, sebab semua penghuni surga telah dipenuhi oleh rahmat Allah, karena telah bersatu dengan Allah. Di Surga, setelah kematian tidak ada dosa, tidak ada sakit-penyakit, tidak ada malapetaka (Wahyu pasal 21). Rasul Yohanes menuliskan:

            * Wahyu 14:13
            Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."

          Di dalam Surga, setelah karya Kristus di Kayu salib, tidak ada dosa:

            * Kolose 1:20
            dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.


        V. PENUTUP

          Kejahatan menimpa/ terjadi pada umat manusia, kengerian perang, bencana, pembunuhan dan kriminalitas lainnya, juga godaan Iblis akan tetap ada dari dahulu sampai sekarang; kengerian kejahatan yang dilakukan gereja-gereja pun juga terjadi. Ketamakan secara pribadi maupun organisasional juga sama saja dari dulu sampai sekarang; bahkan ketamakan gereja-gereja dan hamba-hamba Tuhan. Mengapa? karena saatnya belum tiba bagi penghukuman Iblis itu. Iblis masih berkeliaran menggoda/ mengganggu manusia, bekerja keras berusaha merekrut pendosa sebanyak-banyaknya, kapanpun dimanapun Iblis masih bekerja agar manusia dapat terjerumus di dalam jeratannya.

          Marilah kita menjaga iman, senantiasa waspada di dalam doa, mohon perlindungan Tuhan agar kita manusia yang telah dibayar mahal oleh darah Kristus ini tidak terjerumus ke dalam jerat Iblis.

          Dari semua perjalanan hidup yang kita lalui, baiklah kita meneladani rasul Paulus melakukan perjalanan imannya dengan baik. Dia bekerja keras untuk menjaring banyak jiwa, memuridkan, mengajar, menguasai diri dari macam-macam godaan. Dan bahkan dia berani berujar terhadap kemenangannya itu:

            "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman" (2 Timotius 4:7)



        Tuhan Yesus bersama kita.

    0 comments:

    Post a Comment