video ini secara singkat akan menjelaskan siapa TUHAN YESUS ITU
Sunday, 11 October 2015
Friday, 9 October 2015
Perumpamaan Garam
1. GARAM
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
* Markus 9:50
Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."
* Lukas 14:34,35
14:34 Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?
14:35 Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Di sepanjang sejarah garam sudah digunakan untuk mengawetkan dan memberi rasa terhadap makanan. Garam merupakan salah satu kebutuhan hidup yang mendasar. Kegunaannya bersifat universal dan kelihatannya persediaan garam tidak ada habis-habisnya. Garam selain memiliki kualitas yang menguntungkan, garam juga bisa merusak. Garam bisa mengubah tanah yang subur menjadi tanah yang tandus[1]. Contohnya, wilayah di sekitar Laut Mati.
Di zaman modern ini tidaklah masuk akal bagi kita bahwa garam bisa kehilangan keasinannya. Sodium klorida (nama zat kimia untuk garam meja) merupakan susunan zat yang tidak berubah. Zat ini sama sekali tidak dicemari oleh apapun. Tetapi pada zaman Israel dahulu, garam di proses dengan cara menguapkan air yang berasal dari Laut Mati. Air tersebut mengandung bermacam-macam zat lain selain garam. Proses penguapan air tersebut menghasilkan kristal-kristal gar am dan juga potasium klorida dan magnesium. Kristal-kristal garam itu dikumpulkan dan menghasilkan garam yang relatif murni, karen a pada saat proses penguapan, yang pertama kali terbentuk adalah kristal-kristal garam. Namun, apabila gar am yang dihasilkan melalui proses penguapan itu tidak segera dipisahkan, dan kristal-kristal garam kemasukkan embun, larut dan luluh, maka apa yang tersisa akan kehilangan rasa asin dan menjadi tidak berguna[2].
Apa yang bisa Anda lakukan dengan garam yang tidak asin? Tidak ada gunanya. Seorang petani tidak menghendaki zat-zat kimia semacam itu di atas tanahnya karen a akan merusak tanaman. Membuang zat sisa di atas tumpukan pupuk juga tidak akan berguna, karena sering kali pupuk dikumpulkan dan disebarkan di atas tanah untuk menyuburkan. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah membuangnya keluar di mana orang-orang bisa menginjak-injaknya[3]. Apabila garam telah kehilangan sifat dasarnya, yaitu rasa asin, maka ia tidak dapat dibuat asin kembali[4].
Dalam Khotbah di bukit, Yesus berbicara kepada orang banyak dan murid-murid-Nya: "Kamu adalah garam dunia." Sebagaimana halnya garam yang memiliki karakteristik mencegah pembusukan, maka orang Kristen seharusnya dapat memberikan pengaruh moral di tengah masyarakat di mana ia berada. Perkataan dan perbuatan mereka seharusnya bisa mencegah pencemaran dalam hal moral dan spiritual. Seperti halnya garam yang tidak kelihatan (contohnya, di dalam roti) tetapi memiliki pengaruh yang kuat. Demikian pula halnya dengan orang Kristen yang di tengah masyarakat tidak selalu terlihat dan diperhitungkan, tetapi mereka baik secara individu maupun kelompok bisa mempengaruhi masyarakat dan melakukan pencegahan di tengah dunia yang kotor dan cemar ini.
"Hendaklah kamu selalu mempunyai garam di dalam dirimu, dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain," kata Yesus (Markus 9:50). Dia mendorong pengikut-pengikut-Nya untuk mempromosikan perdamaian dengan menggunakan sumber spiritualnya[5], pertama di negerinya dan kemudian di luar negeri. Orang Kristen akan kehilangan keefektifannya di dunia ini jika mereka tidak dapat hidup damai di antara sesama orang Kristen sendiri. Banyak orang yang tidak pernah membaca Alkitab, tetapi mereka dengan teliti memperhatikan kehidupan orang-orang yang membaca Alkitab. Di gereja Kristen mula-mula, sekali waktu Chrysostom yang fasih berbicara mengatakan, bahwa apabila orang Kristen hidup sebagaimana mestinya, maka orang tidak percaya tidak akan ada lagi.
KEJATUHAN MALAIKAT - KEJATUHAN MANUSIA
Kapan persisnya Allah menciptakan para malaikat masih terbuka untuk diperdebatkan, namun apa yang diketahui secara pasti adalah bahwa Allah menciptakan segala sesuatunya dengan baik, karena Allah di dalam kesucianNya, Ia tidak menciptakan sesuatu yang berdosa, yang tidak baik, dan yang diciptakan khusus untuk berdosa dan menjadi penghuni neraka. Neraka itu ada karena konsekwensi "dosa/ kejahatan" dari makhluk yang melawan/ menentang/ berdosa terhadap Allah.
I. KEJATUHAN MALAIKAT
Sebelum kita membahas kejatuhan malaikat, kita tahu ada pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul, misalnya:
1. Apakah Allah menciptakan Iblis/setan?
2. Bila "Ya", untuk apakah mereka diciptakan?
3. Bila "Tidak", mengapa ada Iblis/setan? Dari manakah asal-usul mereka?
Dalam agama lain, misalnya Islam, dikatakan bahwa: Allah menciptakan malaikat yang diciptakan dari cahaya (nuur), dan Allah menciptakan Iblis dari api (naar). Namun kepercayaan tersebut tidak terdapat dalam Alkitab kita. Alkitab tidak mengakatan bahwa Allah tidak menciptakan Iblis!
Lalu bagaimana memahami pemahaman bahwa Allah adalah Sang Pencipta segala sesuatu? Jika Dia adalah Pencipta segala sesuatu, maka Iblis-pun adalah ciptaan Allah, benarkan demikian?
Dalam perspektif pengajaran Kristiani yang Alkitabiah: Allah yang baik, Dia menciptakan ciptaan-ciptaan yang baik (טוֹב - TOV). Dalam proses penciptaan langit dan bumi, Alkitab selalu menutup ekspresi Allah terhadap suatu proses penciptaan bahwa ciptaan-ciptaan itu baik ("TOV") dengan pernyataan: "Allah melihat bahwa semuanya itu baik" (Kejadian 1:10, 12, 18, 21, 25). Bahkan pada akhirnya sebutkan dalam ayat 31, sbb:
* Kejadian 1:31
LAI TB, Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
KJV, And God saw every thing that he had made, and, behold, it was very good. And the evening and the morning were the sixth day.
Hebrew,
וַיַּרְא אֱלֹהִים אֶת־כָּל־אֲשֶׁר עָשָׂה וְהִנֵּה־טֹוב מְאֹד וַיְהִי־עֶרֶב וַיְהִי־בֹקֶר יֹום הַשִּׁשִּׁי׃ ף
Translit Interlinear, VAYAR' {dan Dia melihat} 'ELOHIM {Allah} 'ET-KOL-'ASYER {seluruh yang} 'ASAH {Dia menjadikan} VEHINEH-TOV {dan lihatlah baik} ME'OD {teramat sangat} VAYHI-'EREV {dan ia menjadi/ada petang} VAYHI-VOQER {dan ia menjadi/ada pagi} YOM {hari} HASYISYI {keenam}.
Ada juga reka-rekaan orang bahwa Iblis itu baru diciptakan pada proses penciptaan yang dicatat dalam Kejadian pasal 1. Dimana ada dituliskan:
* Kejadian 1:3-4
1:3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
Kata "gelap" disitu ditafsirkan sebagai "penciptaan Iblis." Apakah benarkah demikian maksud dari Alkitab kita?
Gelap (Ibrani: חֹשֶׁךְ - KHOSYEKH) itu ada seiring dalam proses penciptaan bumi. Gelap disini bukan dalam makna "penciptaan Iblis." Di atas sudah disampaikan dasar pemahaman bahwa Allah yang baik dan suci tidak menciptakan makhluk yang khusus untuk berdosa/ berbuat kejahatan. Namun kejahatan dan dosa itu ada karena free-will yang dimiliki malaikat. Malaikat yang mengikuti keinginannya memberontak kepada Allah, mereka adalah para malaikat yang jatuh, dan mereka disebut Iblis/ setan-setan.
Pada saat itu Bumi yang belum sempurna yang lambat laun disempurnakan dengan adanya terang ( אוֹר - 'OR), kemudian benda-benda penerang yang dijadikan sebagai sumber dari terang yang diperintahkan Allah hadir dalam penciptaan alam semesta ini, kemudian diciptakan tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia. Gelap itu bukannya terjadi lebih dahulu, tetapi keadaan gelap itu ada sebab ketidak-adaannya terang / the absence of light.
Konklusi dari Kejadian pasal 1 menulis bahwa Allah menciptakan Langit, bumi dan isinya termasuk manusia di dalamnya dalam keadaan amat sangat baik (sempurna) lihat Kejadian 1:31 di atas. Maka jelas bahwa, Allah tidak menciptakan "makhluk yang tidak baik." Dan dari bukti ayat-ayat tersebut dapat menjadi dasar bahwa Allah tidak menciptakan suatu makhluk yang disediakan dan diciptakan untuk berbuat dosa/ berbuat jahat.
Malaikat adalah "mahluk roh" yang diciptakan Allah. Malaikat diciptakan dalam keadaan/ hakikat yang baik.Malaikat (Ibrani: מַלְאָךְ - MAL'AKH, dibaca: "mal-'akh", Yunani: ἄγγελος - AGGELOS, dibaca: "angelos") menurut etimologi dan pengertian, adalah utusan/ pesuruh Allah, para pesuruh ini mengenal Allah muka dengan muka, karena itu Malaikat mempunyai kelebihan daripada manusia. Demikian halnya para malaikat dilukiskan sebagai pembawa-pembawa pesan dari Allah untuk bapa-bapa leluhur (Kejadian 22:11, dst.). Dalam literatur kemudian hari (setelah pembuangan), para malaikat dianggap sebagai makhluk supranatural yang diatur dihadapan Allah dalam suatu hierarkhi (mis. Daniel 7:10; 9:21).
DARIMANA ASALNYA IBLIS/ SETAN-SETAN?
Sebagai makhluk-makhluk rohani, malaikat-malaikat itu memuliakan Allah, melaksanakan kehendak-Nya, melihat wajah-Nya, takluk kepada Allah. Malaikat lebih unggul daripada manusia, memiliki kuasa dan kekuatanyang lebih daripada manusia (2 Petrus 2:11), mereka adalah makhluk roh yang immortal (tidak dapat mati) dan tinggal di surga. Mereka tidak menikah (Markus 12:25), makhluk roh yang tidak dapat mati (Ibrani 1:14; Mazmur 104:4), dan tidak boleh disembah
(Wahyu 19:10; 22: 8, 9). Mereka dapat tampil dalam bentuk manusia (umumnya gidambarkan sebagai orang muda tanpa sayap). Alkitab berbicara tentang rombongan malaikat yang sangat banyak, sekalipun hanya nama dua malaikat yang disebutkan dalam Alkitab: Mikhael dan Gabriel.
Alkitab berbicara tentang malaikat yang baik dan yang jahat, sekalipun ditekankan bahwa pada mulanya semuamalaikat diciptakan baik dan kudus. Karena mereka memiliki free-will (kebebasan untuk memilih), maka ada banyakmalaikat ikut dalam pemberontakan.
Malaikat tentu adalah makhluk dan suci. Tetapi karena mereka mempunyai free-will (kemauan yang bebas), maka mereka itu bisa terpengaruh terhadap godaan untuk berbuat dosa dan melakukan dosa. Alkitab berbicara tentangMalaikat yang baik dan yang jahat, sekalipun ditekankan bahwa pada mulanya semua malaikat diciptakan baik dan kudus. Karena memiliki kebebasan untuk memilih, banyak malaikat ikut dalam pemberontakan Iblis dan meninggalkan kedudukan mereka semula selaku hamba-hamba Allah, sehingga dengan demikian kehilangan peranan surgawi mereka. Malaikat yang jatuh ini disebut Iblis/ setan .
Terdapat banyak acuan mengenal kejatuhan golongan malaikat, di bawah pimpinan Setan (Ayub 4:18; Matius 25:41; 2 Petrus 2:4; Wahyu 12:9). Iblis/ setan sebagai golongan dari malaikat yang jatuh disinggung juga baik dalam PL maupun PB.
Berlawanan dengan barisan malaikat-malaikat baik yang tetap menjadi pelayan Allah yang setia melayani Allah, adamalaikat-malaikat jahat dibawah kuasa sang penghulu malaikat yang jatuh, yaitu Iblis (Matius 25:41).
Dengan demiian, kita memahami bahwa ada golongan malaikat yang meninggalkan kedudukan mereka semula selaku hamba-hamba Allah, sehingga dengan demikian kehilangan peranan surgawi mereka. Malaikat yang jatuh ini disebut Iblis/ setan .
APA BUKTI ALKITAB TENTANG ADANYA MALAIKAT YANG JATUH INI?
* Yesaya 14:12-15
14:12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
14:15 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.
Ayat di atas dalam tafsir yang lazim di gereja-gereja barat dirujukkan kepada malaikat yang ingin menyamai Allah. Figur malaikat yang ingin menjadi seperti Allah ialah ide dalam ayat 14. Para penafsir melihat bahwa ayat tsb sbgacuan yang terselubung kepada Iblis. Mereka menghubungkan hal ini dengan pernyataan Yesus Kristus di bawah ini:
* Lukas 10:18
LAI TB, Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit."
KJV, And he said unto them, I beheld Satan as lightning fall from heaven.
TR, ειπεν δε αυτοις εθεωρουν τον σαταναν ως αστραπην εκ του ουρανου πεσοντα
Translit Interlinear, eipen {Dia berkata} de {dan} autois {kepada mereka} etheôroun {Aku melihat} ton satanan {Setan} hôs {seperti} astrapên {kilat} ek {dari} tou ouranou {langit} pesonta {jatuh}
Bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini yang menyatakan dengan jelas bahwa ada malaikat-malaikat yang tidak taat dan berbuat dosa:
* Yudas 1:6
"Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,
* 2 Petrus 2:4
Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;
Iblis adalah Penghulu Malaikat yang jatuh karena keinginannya menyamai Allah, dan Iblis ini juga menyeret 30% malaikat-malaikat lainnya:
* Wahyu 12:4a
Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi....
Alkitab juga mencatat bahwa Iblis itu memiliki banyak pengikut-pengikut. Jadi ketika Iblis yang dulunya adalahmalaikat memberontak melawan Allah dan jatuh dari surga (Yesaya 14; Yehezkiel 28) sepertiga dari malaikat bergabung dengan pemberontakan ini (Wahyu 12:3-4,9).
Maka, tidaklah diragukan bahwa para malaikat yang jatuh inilah yang disebut sebagai Iblis dan setan-setan.
Kita tahu bahwa neraka dipersiapkan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya, demikian menurut Matius 25:41 "Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya." Yesus, dengan menggunakan kata ganti kepunyaan-"nya" menjelaskan bahwa para malaikat ini adalah milik Iblis.
Wahyu 12:7-9 menjelaskan peperangan malaikat antara Mikhael bersama "malaikat-malaikatnya" dan Iblis bersama "malaikat-malaikatnya."
Dari ayat ini dan ayat-ayat serupa lainnya adalah jelas bahwa "setan-setan" dan "para malaikat yang jatuh" adalah sama.
II. KEJATUHAN MANUSIA
- Seperti malaikat, manusia juga diciptakan dengan keadaan baik dan juga memiliki free-will (kehendak bebas). Free-will yang dimiliki manusia ini memungkinkan manusia tidak menaati Allah.Di atas telah dijelaskan bahwa para malaikat itu jatuh karena mereka memiliki free-will yang memungkinkan mereka tidak menaati Allah. Ketidak-taatan para malaikat ini menyebabkan kejatuhan para malaikat itu dan golongan para malaikat yang jatuh adalah Iblis/ setan-setan.Manusia-pun jatuh karena ketidak-taatan, manusia memilih untuk tidak taat, manusia menggunakan "free-will"-nya memilih tidak taat, meski Allah sudah mengatakan:
- * Kejadian 2:16-17
- 2:16 LAI TB, Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
- KJV, And the LORD God commanded the man, saying, Of every tree of the garden thou mayest freely eat:
- Hebrew,
- וַיְצַו יְהוָה אֱלֹהִים עַל־הָאָדָם לֵאמֹר מִכֹּל עֵץ־הַגָּן אָכֹל תֹּאכֵל׃
- Translit, VAYETSAV YEHOVAH ('Adonay) 'ELOHIM 'AL-HA'ADAM LEMOR MIKOL 'ETS-HAGAN 'AKHOL TOKHEL
- 2:17 LAI TB, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
- KJV, But of the tree of the knowledge of good and evil, thou shalt not eat of it: for in the day that thou eatest thereof thou shalt surely die.
- Hebrew,
- וּמֵעֵץ הַדַּעַת טֹוב וָרָע לֹא תֹאכַל מִמֶּנּוּ כִּי בְּיֹום אֲכָלְךָ מִמֶּנּוּ מֹות תָּמוּת׃
- Translit, UME'ETS HADA'AT TOV VARA LO TOKHAL MIMENU KI BEYOM 'AKHALKHA MIMENU MOT TAMUT
- Alkitab mencatat bahwa Adam-lah yang tidak taat kepada Allah. Adam dan istrinya, yang telah dibentuk dari tulang rusuknya, memakan buah dari pohon itu. Hawa yang lebih dulu memakan buah itu. Setelah diberikan kepadaAdam, suaminya itu pun memakannya:
- * Kejadian 3:6
- Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
- Peristiwa itulah yang menyebabkan masuknya dosa ke dalam dunia (Roma 5:12). Akibatnya, semua manusia yang adalah turunan dari Adam put turut berdosa (Roma 3:23),
- Dosa pada dasarnya bukanlah suatu yang bersifat pasif, seperti: kelemahan, kesalahan atau ketidaksempurnaan. Dosa merupakan suatu permusuhan yang aktif terhadap Tuhan dan secara aktif melanggar hukum atau perintah Tuhan (1 Yohanes 3:4), sehingga menyebabkan kesalahan, kelemahan. Dosa ini diakibatkan dari manusia sendiri dengan kebebasannya menolak untuk tunduk kepada Allah yang berotoritas dan menolak untuk mengikuti petunjuk atau perintah-Nya. Dengan kebebasan sendiri, manusia memilih petunjuk Iblis, sehingga manusia tidak setia kepada Tuhan, menyimpang dari jalan dan sasaran yang benar, melanggar hukum dan perjanjian dengan Allah. Pengertian ini dapat kita lihat dari Adam dan Hawa yang dengan kebebasannya secara aktif memilih untuk mengikuti apa yang mereka mau dan cocok dengan pendapat Iblis, melawan Tuhan yang berotoritas yang seharusnya mereka percayai dan sandari sepenuhnya (Kejadian 2-3). Dosa yang telah menjangkiti manusia menyebabkan manusia terpisah dengan Allah yang suci. Dosa sudah ada di alam semesta sebelum Adam dan Hawajatuh ke dalam dosa. Ini terbukti dengan hadirnya penggoda itu di Taman Eden dengan kata-kata godaannya.
- SECARA METAFORIS: ISTILAH "IBLIS" JUGA DIKENAKAN KEPADA MANUSIA YANG JAHAT / YANG DIKENDALIKAN IBLIS
- Iblis & Setan-setan adalah, para malaikat-malaikat yang jatuh, mereka adalah roh-roh jahat yang mempunyai kuasa untuk mempengaruhi manusia. Yesus Kristus mengatakan orang-orang yang menuruti dan melakukan keinginan-keinginan Iblis, mereka adalah "anak-anak Iblis" dan "Iblis adalah bapa mereka" Ada satu waktu Tuhan Yesus memarahi Petrus dalam Markus 8:33, Dia menghardik Petrus dengan perkataan keras "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia" (band. Matius 16:23). Hardikan itu dilontarkan oleh Tuhan Yesus, karena Dia menangkap sinyal bahwa pemikiran Petrus saat itu yang tercermin dalam perkataannya itu adalah pengaruh dari karya Iblis. Maka, Tuhan Yesus merasa sangat perlu mengoreksinya, sehingga Petrus dan murid-murid yang lainnya dapat memahami penderitaan yang harus dijalani-Nya
- Tuhan Yesus menyebut Yudas Iskariot adalah "Iblis" (Yohanes 6:70) sebab Yudas membiarkan dirinya dibujuk oleh Iblis. Iblis 'membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot , untuk mengkhianati Yesus dan ia merasuki diri Yudas' (Yohanes 13:2, 27). Iblis terus-menerus menggodai manusia (1 Korintus 7:5). Alkitab melaporkan bahwa Iblis bekerja dalam diri seorang percaya, Ananias ('mengapa hatimu dikuasai Iblis ...?', Kisah 5:3), dan dalam ihwal Elimas terang-terangan membelokkan jalan Tuhan ('hai anak Iblis ... engkau musuh segala kebenaran,' Kisah 13:10).
III.PENEBUSAN-PENGAMPUNAN & PENGHAKIMAN
1. Penebusan - Pengampunan
- Apakah ada kemungkinan bagi malaikat-malaikat yang jatuh (Iblis/ Setan-setan) untuk diampuni?
- Jawab: Tidak!
Apakah ada kemungkinan bagi manusia untuk diampuni?
- Jawab: Ya
Mengapa?
Perlu dipahami bahwa hakekat Manusia dan Malaikat itu berbeda:
- - Malaikat adalah Makhluk Immortal
- Manusia adalah Makhluk Mortal
Maka, jika Malaikat itu jatuh (berbuat dosa) maka sifat dosa-nya pun immortal.
Allah memang Maha pengampun, bahkan Allah mengatakan:
- "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yesaya 1:18)
Bandingkan:
- Matius 18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."
Allah bisa mengampuni berapapun banyak kesalahan manusia yang ditujukan kepada-Nya.
Terhadap persoalah "Allah sendiri tidak mengampuni musuhNya (Iblis)." Sebenarnya jawabnya simple saja...
- Malaikat memang tidak dapat diampuni karena malaikat itu adalah 'makhluk roh' yang memiliki sifat 'tidak-bisa mati' ([i]immortal), sedangkan manusia adalah "makhluk fisik" yang bisa mati (mortal).[/i]
Jadi ada perbedaan "Immortal vs Mortal"
Iblis tidak dapat diampuni karena sifat hakekatnya yang adalah makhluk immortal, sehingga kesalahan/ dosa nya itu juga bersifat immortal (kekal).
Hakekat itu berbeda dengan manusia yang bersifat mortal (bisa mati).
Dan sifat mortal manusia ini dipertahankan Allah sejak manusia (Adam) itu pertama melakukan dosa yang pertama kali (melanggar perintah Allah dengan memakan buah pengetahuan baik dan jahat). Adam dan Hawa segera dihalau untuk memakan buah dari pohon kehidupan.
Andai saja Adam dan Hawa sempat memakan buah kehidupan setelah mereka melakukan dosa, maka dengan sendirinya Adam dan Hawa menjadi immortal, dan dosa nya pun juga immortal (tidak dapat diampuni).
di bawah ini penjelasan lebih lanjut:
- Kita tahu di dalam Taman Eden ada 2 pohon :
1. Pohon pengetahuan baik dan jahat
2. Pohon Kehidupan
Manusia 'bisa mati' sebab manusia 'tidak punya kesempatan' memakan buah dari pohon kehidupan. Mengapa mereka tidak mempunyai kesempatan? Karena segera setelah manusia 'tidak patuh akan perintah Allah' yaitu manusia itu memakan buah pengetahuan baik dan jahat, Allah melakukan beberapa hal :
1. Manusia (segera) diusir
- * Kejadian 3:23
Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
2. Manusia dihalau supaya tidak makan buah dari Pohon Kehidupan :
- *Kejadian 3:24
Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
Menurut beberapa tafsiran, Allah menghalau manusia supaya tidak memakan buah kehidupan adalah karena kasihNya.
Reff :
- * Kejadian 3:22
Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."
Sifat manusia yang 'mortal' memungkinkan manusia mendapat pengampunan dengan 'penebusan'. Inilah yang membedakan 'makhluk manusia' dengan 'makhluk malaikat'.
Anda bisa bayangkan, jika saja manusia setelah berbuat dosa kemudian memakan buah dari pohon kehidupan. Maka, tubuhnya dan dosanya bersifat tidak-bisa mati. Jika saja manusia pada taraf ini, maka kesempatan pengampunan dengan 'darah' tidak akan bisa dilakukan.
Allah menghukum Malaikat yang jatuh : Dalam Yudas 6; 2 Petrus 2:4 dan Matius 25:41, dapat diketahui bahwa tidak ada kesempatan bertobat dan penebusan bagi Malaikat yang jatuh.
Nasib akhir mereka adalah pemusnahan dalam api yang kekal :
- * Yudas 1:6
Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,
* 2 petrus 2:4
Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman
* Matius 25:41
Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya
- Manusia dan Malaikat yang jatuh akan dihakimi. Dan Penghakiman Allah ini adalah Adil. Sebab Dia adalah Sang Hakim yang Adil!
Apabila Allah itu menciptakan Iblis yang sedianya diciptakan untuk berbuat jahat, berdosa, menyeret manusia ke dalam dosa dengan tipu dayanya. Maka disini Iblis tidak dapat dipersalahkan, sehingga perbuatannya itu tidak layak dihakimi dan layak dihukum. Allah hanya akan menjadi Hakim yang Adil apabila pengadilannya itu ditujukan kepada Malaikat-malaikat yang melawan Allah dengan "free-will"-nya sendiri. Bahwa perbuatan melawan Allah itu memang atas kehendak mereka sendiri. Maka perbuatan "melawan yang Allah" ini dihakimi dan memperoleh sanksi penghukuman.
Semua Manusia dan Malaikat yang Jatuh Akan Diadili
Alkitab jelas mengajarkan bahwa setiap manusia, baik hidup maupun mati, yang selamat maupun tidak, harus memberi pertanggungan jawab pada Yesus Kristus Sang Hakim. Petrus dalam kothbahnya dirumah Kornelius berkata "bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati" (Kisah 10:42). Kemudian, dalam surat pertamanya, Petrus menulis pada orang kudus bahwa"mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati" (1 Peter 4:5). Mereka yang mati, yang mati nanti atau sudah mati, dan yang hidup harus memberi pertanggung jawaban pada Kristus yang siap mengadili semua manusia.
Lima Pengadilan yang Akan Datang
Semua orang akan diadili menurut waktu dan tempatnya masing-masing. Ada lima pengadilan dimasa depan.
1. Tahta Pengadilan Kristus.
- Pengadilan ini untuk mengadili pekerjaan orang percaya, disebut "The Judgment Seat of Christ." Pengadilan inilah yang akan dibahas dalam bab ini. Tapi kita harus memberikan garis besar keempat pengadilan yang lain yang mengikuti pengadilan pekerjaan orang percaya.
2. Pengadilan Israel yang Dikumpulkan Kembali.
- Dalam Daniel 12:1 pengadilan ini disebut "Masa Kesesakan Yakub." Pengadilan ini akan mengadili orang Yahudi karena ketidaktaatan mereka pada Tuhan dan penolakan mereka pada Kristus. Selama Masa Pergolakan dan setelah akhir Masa Anugrah, Israel akan membayar dosa mereka, diberi kepedihan dan kesusahan.
3. Pengadilan Bangsa-bangsa.
- Diakhir Masa Pergolakan, setelah Israel sudah diadili, bangsa-bangsa didunia akan diadili oleh Kristus dan GerejaNya. Pengadilan ini tidak atas individu tapi atas bangsa-bangsa karena perlakukannya terhadap orang Yahudi. "Sebab sesungguhnya pada hari-hari itu dan pada waktu itu, apabila Aku memulihkan keadaan Yehuda dan Yerusalem, Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku" (Joel 3:1-2).
4. Pengadilan Para Malaikat yang Jatuh.
- Ini pengadilan terakhir atas Iblis / para malaikat yang jatuh yang akan diadili bersama. Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar" (Yudas 6). Dimasa itu kita akan melihat pemenuhan terakhir dari nubuat dalam Kejadian3:15.
5. Pengadilan Orang Tidak Percaya.
- Pengadilan ini disebut Pengadilan Tahta Putih. Setelah membuang setan keneraka, orang mati tidak dalam Kristus akan dibangkitkan untuk menerima putusan akhir hukumannya (Wahyu 20:12-15). Tidak ada orang percaya yang akan diadili disaat itu karena ini hanya diperuntukan bagi semua yang menolak Tuhan Yesus semasa didunia.
ORANG-ORANG PERCAYA YANG TELAH DITEBUS DILIBATKAN DALAM PENGHAKIMAN MALAIKAT:
- * 1 Korintus 6:3
Tidak tahukah kamu bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat?...
Tentang ayat di atas, kita lihat konteksnya, bahwa baik Paulus maupun umat-percaya (termasuk saya kelak), akan menghakimi malaikat, namun malaikat yang dimaksud bukanlah malaikat Allah, melainkan malaikat-malaikat yang jahat yaitu Iblis/ setan-setan. Bandingkan dengat ayat-ayat dibawah ini :
- * Matius 25:41
"Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya."
* 2 Petrus 2:4
"Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;
* Yudas 1:6
"Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,
- Ada pertanyaan: Apakah malaikat baik yang kini berada di surga ada kemungkinan bagi mereka untuk melawan Allah juga?
Jawaban dari pertanyaan tsb pernah dikemukakan oleh St. Thomas Aquinas mengatakan bahwa malaikat terang telah dipisahkan dari malaikat gelap/ jahat (fallen angels) : Malaikat terang di surga, malaikat jahat di buang dari Surga dan disediakan bagi mereka Neraka (Matius 25:41). Lagipula malaikat-malaikat baik yang kini berada di surga adalah para malaikat yang telah menggunakan free-will-nya untuk tidak memberontak kepada Allah. Mereka berada bersama-sama dengan Allah dalam rahmatnya yang tidak memiliki nature jahat dan dosa. Maka kesimpulannya, di surga tidak ada manusia maupun malaikat yang dapat berbuat dosa, sebab semua penghuni surga telah dipenuhi oleh rahmat Allah, karena telah bersatu dengan Allah. Di Surga, setelah kematian tidak ada dosa, tidak ada sakit-penyakit, tidak ada malapetaka (Wahyu pasal 21). Rasul Yohanes menuliskan:
- * Wahyu 14:13
Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."
Di dalam Surga, setelah karya Kristus di Kayu salib, tidak ada dosa:
- * Kolose 1:20
dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
V. PENUTUP
- Kejahatan menimpa/ terjadi pada umat manusia, kengerian perang, bencana, pembunuhan dan kriminalitas lainnya, juga godaan Iblis akan tetap ada dari dahulu sampai sekarang; kengerian kejahatan yang dilakukan gereja-gereja pun juga terjadi. Ketamakan secara pribadi maupun organisasional juga sama saja dari dulu sampai sekarang; bahkan ketamakan gereja-gereja dan hamba-hamba Tuhan. Mengapa? karena saatnya belum tiba bagi penghukuman Iblis itu. Iblis masih berkeliaran menggoda/ mengganggu manusia, bekerja keras berusaha merekrut pendosa sebanyak-banyaknya, kapanpun dimanapun Iblis masih bekerja agar manusia dapat terjerumus di dalam jeratannya.
Marilah kita menjaga iman, senantiasa waspada di dalam doa, mohon perlindungan Tuhan agar kita manusia yang telah dibayar mahal oleh darah Kristus ini tidak terjerumus ke dalam jerat Iblis.
Dari semua perjalanan hidup yang kita lalui, baiklah kita meneladani rasul Paulus melakukan perjalanan imannya dengan baik. Dia bekerja keras untuk menjaring banyak jiwa, memuridkan, mengajar, menguasai diri dari macam-macam godaan. Dan bahkan dia berani berujar terhadap kemenangannya itu:
- "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman" (2 Timotius 4:7)
Tuhan Yesus bersama kita.
Malaikat, Dalam Perjanjian Baru ( PB)
PB sebagian besar menyokong dan menggaris-bawahi PL walaupun abad-abad yg berada di antaranya tak boleh dilupakan. Ibrani 1:14 mengartikan malaikat baik sebagai utusan Allah maupun sebagai penolong bagi manusia, sementara seluruh ayat tentang malaikat menunjukkan suatu ikatan simpati dan pelayanan yg mendalam (Wahyu 19:10; Lukas 15:10). Konsep mengenai malaikat sebagai penjaga pribadi dipertajam, seperti dalam kesusastraan Yahudi (Matius 18:10; Kisah 12:15). Tugas khusus dalam hal mengadakan hubungan kepada orang-orang secara pribadi tidaklah kurang -- penampilan kepada Zakharia (Lukas 1:11-20) dan Maria (Lukas 1:26-38; juga Matius 1-2; Kisah 8:26; 10:3 dab, 27:23 dll). Peranan memberi bantuan secara lebih aktif kepada manusia terlihat dalam Kisah 5:19-20; 12:7-10, yg mengingatkan tentang Elia di bawah pohon ara. Takhta Allah dikelilingi oleh ribuan malaikat yg tak terbilang jumlahnya seperti telah dinyatakan oleh Daniel (Ibrani 12:22; Wahyu 5:11, dll).
Dalam PL malaikat-malaikat menyaksikan dengan gembira, walaupun agaknya bukan sebagai peserta yg aktif, tindakan penciptaan oleh Allah (Ayub 38:7). Dalam PB mereka erat hubungannya dengan pemberitaan hukum Taurat (Kisah 7:53; Galatia 3:19; Ibrani 2:2), dan wajar bahwa mereka sering dihubungkan dengan hari penghakiman (Matius 16:27; Markus 8:38; 13:27; Lukas 12:8; 2 Tesalonika 1:7-8 dan banyak lagi yg sejajar dgn itu). Juga merupakan tugas khusus mereka untuk membawa orang yg benar ke pangkuan Abraham (Lukas 16:22-23). Tiada uraian yg langsung mengenai wujud malaikat.
Hunjukan pada wajah atau perlengkapan yg berkilauan menyarankan keindahan yg menakjubkan yg bukan milik dunia ini (Matius 28:2 dan yg sejajar dgn itu; Lukas 2:9; Kisah 1:10). PL juga menunjukkan pembatasan yg sama berkaitan dengan kerubim (Yehezkiel 10) dan serafim (Yesaya 6). Kemuliaan pada wajah Stefanus yg dihukum itu mencerminkan keindahan muka malaikat (Kisah 6:15).
Kristus yg menjelma dalam bentuk manusia dilayani oleh malaikat dalam beberapa peristiwa (Matius 4:11; Lukas 22:43) dan Ia sebenarnya dapat memerintahkan beribu-ribu malaikat, sekiranya Ia mau, di Getsemani atau entah di mana, untuk menyimpang dari jalan yg telah ditentukan bagi Dia, yaitu mengorbankan Diri (Matius 26:53).
Dalam beberapa bagian tertentu terdapat nada yg aneh, yaitu permusuhan atau kecurigaan terhadap malaikat. Mengenai hal ini ada persamaan yg menarik dalam kesusastraan Yahudi walaupun tak ada hubungannya. Roma 8:38 menunjuk pada para malaikat yg jatuh, dan ini pula menerangkan bagian yg penuh teka-teki dalam 1 Korintus 11:10, yg harus dibaca dalam terang Kejadian 6:1 dab. Masih perlu diperhatikan Galatia 1:8 dan 1 Korintus 13:1 dan peringatan yg keras pada Kolose 2:18. Tanpa diragukan, ajaran-ajaran yg salah dari pihak pembacanya, mendorong penulis Ibrani dengan tandas mengemukakan keunggulan Anak atas setiap malaikat (Ibrani 1).
baca juga :
Arti asasi dari Yudas 9 (sebagian sejajar dgn 2 Petrus 2:10-11) rupanya ialah bahwa malaikat yg telah jatuh, mempertahankan suatu kedudukan dan kehormatan yg dimiliki semula, sedemikian rupa, hingga teman-temannya dulu yg tidak jatuh, tak boleh bicara dengan mereka secara leluasa tapi harus menyerahkan kutukan terakhir pada Allah. Ada yg mengatakan bahwa peristiwa yg disebut oleh Yudas telah dicatat dalam Assumption of Moses (Kenaikan Musa), suatu kutipan keterangan yg apokaliptik. Di situ Iblis menuntut tubuh Musa untuk kerajaan kegelapannya, karena Musa telah membunuh orang Mesir (Keluaran 2:12), dan karena itu ia adalah pembunuh, apa pun juga kebajikan yg telah dilakukannya kemudian. Kemenangan terakhir tidak diperoleh Iblis, tapi bahkan Mikhael, pelindung umat Allah, harus mengendalikan lidahnya di depan musuh umat manusia.
Dalam PL malaikat-malaikat menyaksikan dengan gembira, walaupun agaknya bukan sebagai peserta yg aktif, tindakan penciptaan oleh Allah (Ayub 38:7). Dalam PB mereka erat hubungannya dengan pemberitaan hukum Taurat (Kisah 7:53; Galatia 3:19; Ibrani 2:2), dan wajar bahwa mereka sering dihubungkan dengan hari penghakiman (Matius 16:27; Markus 8:38; 13:27; Lukas 12:8; 2 Tesalonika 1:7-8 dan banyak lagi yg sejajar dgn itu). Juga merupakan tugas khusus mereka untuk membawa orang yg benar ke pangkuan Abraham (Lukas 16:22-23). Tiada uraian yg langsung mengenai wujud malaikat.
Hunjukan pada wajah atau perlengkapan yg berkilauan menyarankan keindahan yg menakjubkan yg bukan milik dunia ini (Matius 28:2 dan yg sejajar dgn itu; Lukas 2:9; Kisah 1:10). PL juga menunjukkan pembatasan yg sama berkaitan dengan kerubim (Yehezkiel 10) dan serafim (Yesaya 6). Kemuliaan pada wajah Stefanus yg dihukum itu mencerminkan keindahan muka malaikat (Kisah 6:15).
Kristus yg menjelma dalam bentuk manusia dilayani oleh malaikat dalam beberapa peristiwa (Matius 4:11; Lukas 22:43) dan Ia sebenarnya dapat memerintahkan beribu-ribu malaikat, sekiranya Ia mau, di Getsemani atau entah di mana, untuk menyimpang dari jalan yg telah ditentukan bagi Dia, yaitu mengorbankan Diri (Matius 26:53).
Dalam beberapa bagian tertentu terdapat nada yg aneh, yaitu permusuhan atau kecurigaan terhadap malaikat. Mengenai hal ini ada persamaan yg menarik dalam kesusastraan Yahudi walaupun tak ada hubungannya. Roma 8:38 menunjuk pada para malaikat yg jatuh, dan ini pula menerangkan bagian yg penuh teka-teki dalam 1 Korintus 11:10, yg harus dibaca dalam terang Kejadian 6:1 dab. Masih perlu diperhatikan Galatia 1:8 dan 1 Korintus 13:1 dan peringatan yg keras pada Kolose 2:18. Tanpa diragukan, ajaran-ajaran yg salah dari pihak pembacanya, mendorong penulis Ibrani dengan tandas mengemukakan keunggulan Anak atas setiap malaikat (Ibrani 1).
baca juga :
Arti asasi dari Yudas 9 (sebagian sejajar dgn 2 Petrus 2:10-11) rupanya ialah bahwa malaikat yg telah jatuh, mempertahankan suatu kedudukan dan kehormatan yg dimiliki semula, sedemikian rupa, hingga teman-temannya dulu yg tidak jatuh, tak boleh bicara dengan mereka secara leluasa tapi harus menyerahkan kutukan terakhir pada Allah. Ada yg mengatakan bahwa peristiwa yg disebut oleh Yudas telah dicatat dalam Assumption of Moses (Kenaikan Musa), suatu kutipan keterangan yg apokaliptik. Di situ Iblis menuntut tubuh Musa untuk kerajaan kegelapannya, karena Musa telah membunuh orang Mesir (Keluaran 2:12), dan karena itu ia adalah pembunuh, apa pun juga kebajikan yg telah dilakukannya kemudian. Kemenangan terakhir tidak diperoleh Iblis, tapi bahkan Mikhael, pelindung umat Allah, harus mengendalikan lidahnya di depan musuh umat manusia.
Malaikat, Dalam Perjanjian Lama (PL)
a. Dalam periode pra-pengasingan
- Malaikat Allah (MAL'AKH YHVH) adalah alat langsung dari kehendak-Nya, tapi tetap tak bernama dan hampir tanpa pribadi yg nampak. Dalam banyak ayat, Allah dan malaikat Allah praktis adalah sama -- penampilan pada Hagar di padang belantara (Kejadian 16:7-13; 21:17-20); pada Abraham di Gunung Moria (Kejadian 22:11-18); pada Musa dalam nyala api yg keluar dari semak duri (Keluaran 3:2 dab) dan pada Gideon di Ofra (Hakim 6:11 dab). Lihat penjelasan pada bagian IV, di bawah tentang MAL'AKH YHVH "teofani."
Malaikat pernah menampakkan dini kepada manusia sebagai pembawa perintah dan berita khusus dari Allah (Hakim 6:11-23; 13:3-5 dst). Mereka dapat memberi bantuan khas untuk pelayan-pelayan Allah yg miskin dan fana (1 Raja 19:5-7). Mereka dapat melakukan tugas bantuan militer (2 Raja 19:35 dst), dan -- tapi jarang sekali, permusuhan secara aktif terhadap Israel (2 Samuel 24:16 dab). Orang-orang dari Sodom (Kejadian 19) atau orang-orang lain yg melakukan kejahatan mereka pukul. Kehebatan mereka berperang tercantum dalam Kejadian 32:1, 2; 1 Raja 22:19, lebih khusus Yosua 6:13-15; 2 Raja 6:17 -- mendasari gelar ilahi YHVH Zebaot, TUHAN Allah yg memerintah pasukan malaikat.
Pandangan manusia generasi perdana menghubungkan malaikat dengan bintang-bintang. Hal ini mengilhami salah satu buah pikiran Ayub yg puitis, di mana para malaikat adalah juga saksi dari ciptaan (Ayub 38:7, lih di bawah; bnd Hakim 5:20; Wahyu 9:1). Keledai Bileam lebih cepat melihat makhluk yg menyerupai malaikat daripada tuannya, yg memerlukan teguran ilahi (Bilangan 22:21-35). Malaikat-malaikat bercakap-cakap dengan Abraham (Kejadian 18:1-16) atau di tangga Yakub (Kejadian 28:12). Para malaikat penjaga orang-orang secara pribadi (Mazmur 91:11) dan malaikat pembawa maut (ay 33:22; Amsal 16:14) tetap merupakan konsep-konsep kabur dalam PL, tapi menjadi ajaran-ajaran yg bulat dan tegas dalam literatur Yahudi. Istilah 'anak-anak Allah' semata-mata berarti malaikat-malaikat -- sifat mental atau rohani, bukan jasmani. Mereka malaikat yg benar-benar baik (Ayub 38:7, lih di atas), malaikat-malaikat yg mungkin baik (ay 1:6; 2:1) atau malaikat-malaikat yg jelas-jelas jatuh (Kejadian 6:2, 4). Istilah khusus yg lain adalah קְדֹשִֽׁים - QEDOSYIM, 'makhluk-makhluk suci' (ay 6:1; Mazmur 89:5, 7; Ulangan 8:13, dll). Bahwa sebutan itu teknis disarankan oleh hal dapat dipakai bila implikasinya pasti tidak bersifat orang suci (ay 6:15).
Ide-ide yg sejauh ini dibahas mungkin dari zaman sebelum pembuangan, paling sedikit dalam aslinya, walaupun beberapa contoh yg kemudian dimasukkan. Para malaikat -- dalam jumlah terbesar tetap merupakan gema dari suatu kehendak yg lebih tinggi, dan belum berpribadi.
b. Dalam kitab-kitab pada zaman pembuangan dan zaman yg kemudian
Pada zaman yg kemudian ini pengertian tentang malaikat menjadi lebih tegas. Orang yg bertindak sebagai pemandu Yehezkiel di kuil ideal, adalah merupakan konsep tengah di antara kedua konsep lain (pasal 40-48) yg menjadi malaikat penerang dalam Zakharia 1-6. Fungsi perantara alas nama bangsa Israel dalam Zakharia 1:12 meminta perhatian khusus. Bila diingat bahwa 'orang suci' berarti 'malaikat' dalam hubungan itu, maka kata-kata terakhir Zakharia 14:5 menarik perhatian jika dibaca dalam terang nubuat mengenal kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya.
Ajaran tentang malaikat dalam PL, berkembang sepenuhnya dalam Dan, yg merupakan awal perkembangan apokaliptik Yahudi. Di sini para malaikat mula-mula diberi nama-nama bersifat pribadi. Gabriel menerangkan banyak hal kepada Daniel, seperti malaikat dalam penglihatan Zakharia (Daniel 8:16; 9:21 dab). Dalam kedua kitab itu malaikat adalah juru bicara piawai dari Allah, dan dapat ditanyai -- tapi Gabriel menurut Daniel adalah lebih utuh dan meyakinkan. Mikhael mempunyai tugas khusus sebagai malaikat penjaga Israel (Daniel 10:13, 21; 12:1), dan bangsa-bangsa lain diperlengkapi sama seperti itu (Daniel 10:20). Hal ini merupakan ajaran yg biasa bagi ulama Yahudi. Dalam penglihatan nampak takhta-takhta sorgawi, di mana terdapat malaikat-malaikat yg jumlahnya tak terhitung banyaknya mengelilingi takhta (Daniel 7:10; bnd Ulangan 33:2; Nehemia 9:6; Mazmur 68:17 untuk hunjukan yg lebih kecil).
MALAIKAT
MALAIKAT
I. Etimology:
Malaikat dalam Alkitab (Ibrani: מַלְאָךְ - MAL'AKH, dibaca: "mal-'akh", Yunani: ἄγγελος - AGGELOS, dibaca: "angelos")
Malaikat, menurut etimologi dan pengertian, adalah utusan/ pesuruh Allah, para pesuruh ini mengenal Allah muka dengan muka, karena itu mempunyai kelebihan daripada manusia. Demikian halnya para malaikat dilukiskan sebagai pembawa-pembawa pesan dari Allah untuk bapa-bapa leluhur (Kejadian 22:11, dst.). Dalam literatur kemudian hari (setelah pembuangan), para malaikat dianggap sebagai makhluk supranatural yang diatur dihadapan Allah dalam suatu hierarkhi (mis. Daniel 7:10; 9:21).
Sebagai makhluk-makhluk rohani, malaikat yang baik memuliakan Allah, melaksanakan kehendak-Nya, melihat wajah-Nya, takluk kepada Kristus, lebih unggul daripada manusia, dan tinggal di surga. Mereka tidak menikah, tidak dapat mati, dan tidak boleh disembah. Mereka dapat tampil dalam bentuk manusia (umumnya sebagai orang muda tanpa sayap). Alkitab berbicara tentang rombongan malaikat baik yang sangat banyak, sekalipun hanya nama dua malaikat yang disebutkan dalam Alkitab: Mikhael dan Gabriel.
Farisi mendukung kepercayaan kepada malaikat yang telah berkembang ini (Kisah 23:9), yang dibutuhkan untuk melengkapi doktrin tentang transendensi Allah yang mutlak, pandangan kalangan Farisi ini bertolak belakang dengan orang-orang Saduki yang lebih konservatif. Orang-orang Sejak zaman Kitab Daniel (abad kedua sM) malaikat-malaikat diberi nama (Daniel 8:16; 10:13) dan tugas-tugas khusus. Malaikat terbagi menurut tingkat yang berbeda: Mikhael disebut "penghulu malaikat" (maksudnya: "malaikat yang memimpin"); kemudian ada serafim, kerub, para malaikat dengan wibawa dan kuasa, dan sejumlah besar malaikat yang merupakan roh-roh yang melayani.
Para malaikat melaksanakan banyak kegiatan di bumi atas perintah Allah. Mereka memainkan peranan khusus dalam menyatakan hukum Allah kepada Musa. Tugas mereka terutama berkaitan dengan peranan mereka dalam misi Kristus untuk menyelamatkan manusia. Mereka bersukacita apabila satu orang berdosa bertobat, melayani kepentingan umat Allah, mengamati kehidupan jemaat Kristen, membawa berita dari Allah, mengantarkan jawaban atas doa, kadang-kadang membantu penafsiran mimpi dan penglihatan yang bersifat nubuat, memberikan kekuatan kepada umat Allah di tengah-tengah pencobaan, melindungi orang kudus yang takut akan Allah dan membenci kejahatan, menghukum orang yang menjadi musuh Allah, berperang melawan kuasa setan-setan, dan membawa orang yang selamat ke surga.
Malaikat tentu adalah makhluk, tapi suci, walaupun mempunyai kemauan yg bebas dan karena itu bisa terpengaruh terhadap godaan dan dosa. Alkitab berbicara tentang malaikat yang baik dan yang jahat, sekalipun ditekankan bahwa pada mulanya semua malaikat diciptakan baik dan kudus. Karena memiliki kebebasan untuk memilih, banyak malaikat ikut dalam pemberontakan Iblis dan meninggalkan kedudukan mereka semula selaku hamba-hamba Allah, sehingga dengan demikian kehilangan peranan surgawi mereka. Malaikat yang jatuh ini disebut Iblis/ setan . Terdapat banyak acuan mengenal kejatuhan golongan malaikat, di bawah pimpinan Setan (Ayub 4:18; Matius 25:41; 2 Ptr 2:4; Wahyu 12:9).Iblis/ setan sebagai golongan dari malaikat yang jatuh disinggung juga baik dalam PL maupun PB. Berlawanan dengannya ada barisan malaikat-malaikat jahat dibawah kuasa Iblis (Matius 25:41).
Sejak di taman Eden pada Kejadian Pasal satu, kehadiran malaikat sudah ada sebagai pesuruh Allah dan sampai kitab Wahyu keberadaan malaikat tetap dicatat, peran dan kehadiran malaikat jelas sekali, karena itu, kita dapat mengetahui bahwa malaikat adalah mahluk suruhan Allah yang diciptakan sekaligus lebih tinggi dari manusia dan digunakan sebagai pelindung bagi umat Allah. Dalam Injil, para malaikat siap sedia untuk membantu Yesus (Matius 4:11) dan menjadi wakil-wakil pribadi anak-anak di hadapan Bapa (Matius 18:10). Iblis juga memiliki bala tentara malaikat sebagai pembantu-pembantunya (Matius 25:41).
a. Sifat-sifat Malaikat
Berbeda dengan Allah dan Manusia, malaikat memiliki sifat-sifat khusus, sebagai berikut:
1. Mahluk Ciptaan
2. Mahluk Roh
3. Memiliki Kuasa
4. Ada Hierarki Malaikat
b. Jumlah Malaikat
c. Pekerjaan Malaikat
Malaikat masing-masing mempunyai tugas khusus dalam menjalankan pelayanan Allah, baik untuk melayani tahta Allah di surga maupun umat manusia di bumi.
1. Pelayanan di Surga
2. Pelayanan di Bumi
I. Etimology:
Malaikat dalam Alkitab (Ibrani: מַלְאָךְ - MAL'AKH, dibaca: "mal-'akh", Yunani: ἄγγελος - AGGELOS, dibaca: "angelos")
Malaikat, menurut etimologi dan pengertian, adalah utusan/ pesuruh Allah, para pesuruh ini mengenal Allah muka dengan muka, karena itu mempunyai kelebihan daripada manusia. Demikian halnya para malaikat dilukiskan sebagai pembawa-pembawa pesan dari Allah untuk bapa-bapa leluhur (Kejadian 22:11, dst.). Dalam literatur kemudian hari (setelah pembuangan), para malaikat dianggap sebagai makhluk supranatural yang diatur dihadapan Allah dalam suatu hierarkhi (mis. Daniel 7:10; 9:21).
Sebagai makhluk-makhluk rohani, malaikat yang baik memuliakan Allah, melaksanakan kehendak-Nya, melihat wajah-Nya, takluk kepada Kristus, lebih unggul daripada manusia, dan tinggal di surga. Mereka tidak menikah, tidak dapat mati, dan tidak boleh disembah. Mereka dapat tampil dalam bentuk manusia (umumnya sebagai orang muda tanpa sayap). Alkitab berbicara tentang rombongan malaikat baik yang sangat banyak, sekalipun hanya nama dua malaikat yang disebutkan dalam Alkitab: Mikhael dan Gabriel.
Farisi mendukung kepercayaan kepada malaikat yang telah berkembang ini (Kisah 23:9), yang dibutuhkan untuk melengkapi doktrin tentang transendensi Allah yang mutlak, pandangan kalangan Farisi ini bertolak belakang dengan orang-orang Saduki yang lebih konservatif. Orang-orang Sejak zaman Kitab Daniel (abad kedua sM) malaikat-malaikat diberi nama (Daniel 8:16; 10:13) dan tugas-tugas khusus. Malaikat terbagi menurut tingkat yang berbeda: Mikhael disebut "penghulu malaikat" (maksudnya: "malaikat yang memimpin"); kemudian ada serafim, kerub, para malaikat dengan wibawa dan kuasa, dan sejumlah besar malaikat yang merupakan roh-roh yang melayani.
Para malaikat melaksanakan banyak kegiatan di bumi atas perintah Allah. Mereka memainkan peranan khusus dalam menyatakan hukum Allah kepada Musa. Tugas mereka terutama berkaitan dengan peranan mereka dalam misi Kristus untuk menyelamatkan manusia. Mereka bersukacita apabila satu orang berdosa bertobat, melayani kepentingan umat Allah, mengamati kehidupan jemaat Kristen, membawa berita dari Allah, mengantarkan jawaban atas doa, kadang-kadang membantu penafsiran mimpi dan penglihatan yang bersifat nubuat, memberikan kekuatan kepada umat Allah di tengah-tengah pencobaan, melindungi orang kudus yang takut akan Allah dan membenci kejahatan, menghukum orang yang menjadi musuh Allah, berperang melawan kuasa setan-setan, dan membawa orang yang selamat ke surga.
Malaikat tentu adalah makhluk, tapi suci, walaupun mempunyai kemauan yg bebas dan karena itu bisa terpengaruh terhadap godaan dan dosa. Alkitab berbicara tentang malaikat yang baik dan yang jahat, sekalipun ditekankan bahwa pada mulanya semua malaikat diciptakan baik dan kudus. Karena memiliki kebebasan untuk memilih, banyak malaikat ikut dalam pemberontakan Iblis dan meninggalkan kedudukan mereka semula selaku hamba-hamba Allah, sehingga dengan demikian kehilangan peranan surgawi mereka. Malaikat yang jatuh ini disebut Iblis/ setan . Terdapat banyak acuan mengenal kejatuhan golongan malaikat, di bawah pimpinan Setan (Ayub 4:18; Matius 25:41; 2 Ptr 2:4; Wahyu 12:9).Iblis/ setan sebagai golongan dari malaikat yang jatuh disinggung juga baik dalam PL maupun PB. Berlawanan dengannya ada barisan malaikat-malaikat jahat dibawah kuasa Iblis (Matius 25:41).
Sejak di taman Eden pada Kejadian Pasal satu, kehadiran malaikat sudah ada sebagai pesuruh Allah dan sampai kitab Wahyu keberadaan malaikat tetap dicatat, peran dan kehadiran malaikat jelas sekali, karena itu, kita dapat mengetahui bahwa malaikat adalah mahluk suruhan Allah yang diciptakan sekaligus lebih tinggi dari manusia dan digunakan sebagai pelindung bagi umat Allah. Dalam Injil, para malaikat siap sedia untuk membantu Yesus (Matius 4:11) dan menjadi wakil-wakil pribadi anak-anak di hadapan Bapa (Matius 18:10). Iblis juga memiliki bala tentara malaikat sebagai pembantu-pembantunya (Matius 25:41).
a. Sifat-sifat Malaikat
Berbeda dengan Allah dan Manusia, malaikat memiliki sifat-sifat khusus, sebagai berikut:
1. Mahluk Ciptaan
- Malaikat adalah mahluk ciptaan. Rasul Paulus menyebut malaikat termasuk mereka yang diciptakan oleh Yesus dengan maksud untuk melayani penciptanya (Kolose 1:16). Malaikat bukanlah roh mereka yang mati, dan juga bukan manusia yang dimuliakan (Ibrani 12:22,23) tetapi merupakan mahluk ciptaan yang lebih tinggi dari manusia tetapi dijadikan utusan Allah yang bertugas menjaga umat manusia.
2. Mahluk Roh
- Berbeda dengan manusia yang terdiri dari darah dan daging, malaekat adalah mahluk roh (Ibrani 1:14; Mazmur 104:4). Sekalipun malaikat disebut sebagai mahluk roh, ia sering menampakkan diri dalam rupa manusia seperti kepada Zakharia (Lukas 1:11-20); kepada Maria (Lukas 1:26-38); kepada Filipus, Kisah 8:26); kepada Kornelius (Kisah 10:3dst), dan kepada Paulus (Kisah 27:22-23). Sebagai mahluk Roh, sekalipun ditulis dalam bentuk laki-laki, malaikat disebut tidak bergender, tidak kawin maupun dikawinkan (Markus 12:25).
3. Memiliki Kuasa
- Sebagai mahluk diatas manusia, malaikat memiliki kuasa dan kekuatan yang lebih besar dari manusia (2 Petrus 2:11) sebagai pahlawan perkasa (Mazmur 103:20). Malaikat TUHAN bersama malaikat lain datang kepada Abraham untuk menghukum Sodom dan Gomora (Kejadian 18:19), demikian juga pada akhir zaman malaikat akan menangkap naga, si ular tua (Wahyu 20:1-2). Malaikat juga akan datang bersama Yesus dalam kuasa dalam api yang menyala-nyala (2 Tesalonika 1:7).
4. Ada Hierarki Malaikat
- Ada bermacam-macam malaikat, ada MAL'AKH YHVH yang mencerminkan kehadiran Allah sendiri (teofani, lihat bahasan IV di bawah), Kerubim dan Serafim yang lebih merupakan gambaran antropomorfis mahluk penjaga tahta Allah dan tabut perjanjian, juga Mikhael sebagai penghulu malaikat (Yudas 9; 1 Tesalonika 4:16). Ada juga Gabriel sebagai pembawa firman Allah, dan beribu-ribu malaikat lainnya sebagai balatentara Allah (1 Petrus 3:22; Kolose 1:16). Kenyataan bahwa hanya ada satu penghulu malaikat menunjukkan bahwa pengajaran Alkitab mengenai malaikat tidak diambil dari mitologi Babel karena di Babel dipercayai ada 7 penghulu malaikat.
b. Jumlah Malaikat
- Alkitab mencatat bahwa jumlah malaikat ada banyak sekali bahkan berlaksa-laksa dan disebut balatentara surga(Ibrani 12:22; band. 2 Raja 6:17 dimana terlihat banyak kuda dan kereta berapi; Matius 26:53 disebutkan lebih dari 12 pasukan malaikat; Ayub 25:3 disebut tak terhitung; Wahyu 5:11 disebut jumlahnya berlaksa-laksa dan beribu laksa).
- * Ibrani 12:22 LAI TB, Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,KJV, But ye are come unto mount Sion, and unto the city of the living God, the heavenly Jerusalem, and to an innumerable company of angels, TR, αλλα προσεληλυθατε σιων ορει και πολει θεου ζωντος ιερουσαλημ επουρανιω και μυριασιν αγγελωνTranslit, alla proselêluthate siôn orei kai polei theou zôntos ierousalêm epouraniô kai muriasin {beribu-ribu} aggelôn {malaikat}
---
* 1 Samuel 1:3 LAI TB, Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas. KJV, And this man went up out of his city yearly to worship and to sacrifice unto the LORD of hosts in Shiloh. And the two sons of Eli, Hophni and Phinehas, the priests of the LORD, were there. NIV, Year after year this man went up from his town to worship and sacrifice to the LORD Almighty at Shiloh, where Hophni and Phinehas, the two sons of Eli, were priests of the LORD. Hebrew,
וְעָלָה הָאִישׁ הַהוּא מֵֽעִירֹו מִיָּמִים ׀ יָמִימָה לְהִֽשְׁתַּחֲוֹת וְלִזְבֹּחַ לַיהוָה צְבָאֹות בְּשִׁלֹה וְשָׁם שְׁנֵי בְנֵֽי־עֵלִי חָפְנִי וּפִנְחָס כֹּהֲנִים לַיהוָֽה׃ Translit, VE'ALAH HAISY HAHU ME'IRO MIYAMIM YAMIMA LEHISYTAKHAVOT VELIZBO'AKH LAYEHOVAH TSEVA'OT (dibaca: La'Adonay Tseva'ot) BESYILOH VESYAM SYENEI VENEY-'ELI KHAFNI UFINKHAS KOHANIM LAYEHOVAH (baca La'Adonay)
TUHAN semesta alam (YHVH TSEVA'OT) (harfiah YHVH tentara sorga) Kata צְבָאֹות – "TSEVA'OT" dari kata dasarצָבָא - TSAVA/ TSABA, tentara/ pasukan.
Ungkapan הוה צבאות ; YHVH TSEVA'OT" ini digunakan hampir 300 kali dalam PL, terutama dalam Yesaya, Yeremia, Zakharia dan Maleakhi. Ini merupakan gelar kuasa dan kekuatan, sering digunakan dalam konteks kemiliteran atau apokaliptik. Menarik bahwa ungkapan ini muncul pertama kali dalam I Samuel 1:3 berkaitan dengan tempat suci di Siloh.
Matius 26:53 disebutkan lebih dari 12 pasukan malaikat;
- * Matius 26:53LAI TB, Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu AkuKJV, Thinkest thou that I cannot now pray to my Father, and he shall presently give me more than twelve legions of angels? TR, η δοκεις οτι ου δυναμαι αρτι παρακαλεσαι τον πατερα μου και παραστησει μοι πλειους η δωδεκα λεγεωνας αγγελωνTranslit interlinear, ê {atau} dokeis {engkau menyangka} hoti {bahwa} ou {tidak} dunamai {Aku dapat} arti {sekarang} parakalesai {meminta} ton patera {kepada Bapa} mou {-Ku} kai {dan} parastêsei {Dia akan mengirimkan} moi {bagi-Ku} pleious {lebih daripada} hê dôdeka {dua belas} legeônas {legion} aggelôn {malaikat-malaikat}
Kata Yunani λεγεων - legeôn atau λεγιων - legiôn berasal dari bahasa Latin yaitu sekumpulan pasukan tentara yang jumlahnya bervariasi pada masa yang berbeda. Di era kaisar Augustus, satu legion terdiri atas 6.826 orang yaitu 6.100 pasukan berjalan kaki dan 726 pasukan berkuda.
Ada suatu hal yang menarik...
- * 2 Raja-raja 19:35 LAI TB, Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!KJV, And it came to pass that night, that the angel of the LORD went out, and smote in the camp of the Assyrians an hundred fourscore and five thousand: and when they arose early in the morning, behold, they were all dead corpses.Hebrew,
וַיְהִי בַּלַּיְלָה הַהוּא וַיֵּצֵא ׀ מַלְאַךְ יְהוָה וַיַּךְ בְּמַחֲנֵה אַשּׁוּר מֵאָה שְׁמֹונִים וַחֲמִשָּׁה אָלֶף וַיַּשְׁכִּימוּ בַבֹּקֶר וְהִנֵּה כֻלָּם פְּגָרִים מֵתִים׃Translit interlinear, VAYHI {dan ia menjadi} BALAYLAH {pada malam} HAHU' {itu} VAYETSE' {dan ia keluar} MAL'AKH {malaikat} YEHOVAH {dibaca: 'adonay, TUHAN} VAYAKH {dan ia membunuh} BEMAKHANEH {pada kemah} 'ASYUR {Asyur} ME'AH {seratus} SYEMONIM {delapan puluh} VAKHAMISYAH {dan lima} 'ALEF {ribu} VAYASYKIMU {dan mereka bangun} VABOQER {pada pagi hari} VEHINEH {dan lihatlah} KHULAM {semua} PEGARIM {bangkai-bangkai} METIM {orang-orang mati}
Satu malaikat saja dapat membunuh 185.000 orang, coba bayangkan 12 legiun malaikat, katakanlah 1 legiun terdiri atas 6.000 malaikat, maka 12 x 6.000 x 185.000 = 13.320.000.000 orang bakal mati terbunuh jika seandainya 12 legiun malaikat itu datang diminta oleh Yesus Kristus! Populasi penduduk dunia saat ini saja tidak sampai sebanyak itu.
Ayub 25:3 disebut tak terhitung; Wahyu 5:11 disebut jumlahnya berlaksa-laksa dan beribu laksa):
- * Wahyu 5:11 LAI TB, Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,KJV, And I beheld, and I heard the voice of many angels round about the throne and the beasts and the elders: and the number of them was ten thousand times ten thousand, and thousands of thousands;TR, και ειδον και ηκουσα φωνην αγγελων πολλων κυκλοθεν του θρονου και των ζωων και των πρεσβυτερων και χιλιαδες χιλιαδωνTranslit, kai eidon kai êkousa phônên aggelôn {malaikat-malaikat} pollôn {banyak} kuklothen tou thronou kai tôn zôôn kai tôn presbuterôn kai khiliades {beribu-ribu} khiliadôn {dari beribu-ribu}
c. Pekerjaan Malaikat
Malaikat masing-masing mempunyai tugas khusus dalam menjalankan pelayanan Allah, baik untuk melayani tahta Allah di surga maupun umat manusia di bumi.
1. Pelayanan di Surga
- Di surga, para malaikat melayani upacara keimaman dan penyembahan (Yesaya 6; Wahyu 5:11,12;8:3,4).
2. Pelayanan di Bumi
- Secara umum, malaekat memiliki hubungan dengan bumi berkaitan dengan angin, api, badai (Mazmur 103:20; 104:4; 1 Tawarikh 21:15,16,27). Bangsa Israel memiliki hubungan khusus dengan para malaikat sebagai penjaga dan pelindung bangsa Israel (Daniel 12:1; Yehezkiel 9:1; Daniel 11:1). Secara khusus malaikat melayani gereja Tuhan dalam kebutuhan-kebutuhan jemaat. Misalnya kepada Zakharia (Lukas 1:11-20), Maria (Lukas1:26-38), Filipus (Kisah 8:26), Kornelius (Kisah 10:3dst), dan Paulus (Kisah 27:23).
Malaikat membimbing umat (Kisah 8:26;10:3), mereka bersukaria atas adanya pertobatan (Lukas 15:10). Mereka menguatkan umat Tuhan (Matius 4:11; Luk.22:43; band. Kisah 27:4-35;5:19). Mereka membela, melindungi, dan membawa umat Tuhan (Daniel 6:22; Kisah 5:19; 2 Raja 6:18; Kis.12:8-11;27:23,24). Malaikat juga menjadi saksi mata gereja dan umat percaya dalam pelayanan gereja, penginjilan, dan perlengkapan (1 Timotius 5:21). Malaikat mengamati ketika umat berperang melawan kuasa dosa (1 Korintus 4:9;11:10). Mereka juga menjaga kuburan umat percaya (Lukas 16:22; Matius 24:31) sama halnya ketika menjaga kuburan Yesus (Matius 28:2) dan Mikhael menjaga kuburan Musa (Yudas 9).